Have You Ever …..
Pernahkah anda membaca tulisan saya yang terdahulu (Fenomena Macet) ?
Bila belum silahkan baca dulu karena ini tulisan sambunganya.
Pada tulisan terdahulu saya membahas kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kemacetan dengan memajukan jam masuk anak sekolah dan kasak-kusus akan diberlakukannya jam masuk lebih awal untuk perkantoran. Dalam tulisan itu juga saya membahas tentang tidak mudahnya permasalahan kemacetan diselesaikan karena begitu banyak sumber atau pagkal masalah dalam hal kemacetan di Jakarta. Pada tulisan itu pula saya berwanti-wanti akan dampak dari kebijakan pemajuan jam kantor (bila hal itu dilakukan).
Disini saya akan membahas salah satu sumber atau penyumbang kemacetan, yaitu transportasi umum atau terkadang disebut dengan Angkot (angkutan kota).
Have You Ever ……
Pernahkan anda mamakai Transportasi Umum ? Baik itu Angkot, Mikrolet, Kopaja, Kereta Jabotabek, Bis atau Taxi?
Saya sudah dan sering bahkan hampir setiap hari. Bila anda seperti saya, pasti anda sering mengalami pengalaman tidak menyenangkan seperti dipindah dari satu angkutan ke angkuatan yang lain karena supir malas meneruskan perjalanan, diomeli kernet atau disuruh masuk dengan cara yang tidak sopan, berdesakan didalam angkutan atau kecopetan. Kalau anda warga Jakarta ….. dan hidup cukup lama di Jakarta …. Pasti pernah merasakan apa yang saya rasakan …… PERNAH MERASAKAN SEMUA ITU ….. SEMUA termasuk KECOPETAN.
Sebagai konsumen yang punya hak untuk membela haknya dan juga memilih ….. Saya tidak dapat berbuat apapun. Saya tidak bisa membela hak saya yang ”terzhalimi” dan tidak bisa memilih karena hampir semua Moda Transportasi Umum di Jakarta demikian dan sepertinya semua warga Jakarta yang Terzhalimi mulai malas untuk membahas dan mulai mengangap hal itu adalah lumrah.
Aneh bukan ….. Terzhalimi tetapi dianggap lumrah? ……. Bagaimana lagi …. tidak ada pilihan. Kami hanya bisa mencari yang paling buruk diantara kumpulan yang terburuk.
Seburuk itukah ?
Have You Ever ……
Pernahkan anda memperhatikan moda transportasi umum yang anda pakai ….
Metromini dan Kopaja ….. Pernahkan anda perhatikan, tempat duduk supit tidak atau jarang pas ada didepan setir atau kemudi. Terkadang ada di sebelah kiri setir dekat pintu masuk supir. Mengapa demikian ?
Apakah itu membuat nyaman duduk supir ? Jelas tidak ergonomic dan dapat membuat pegal.
Apakah itu dapat membuat cepat dalam mengemudi ? Bila Ya …. Kenapa mobil F1 tidak di disain seperti itu …… Kenapa ?
Jawabnya karena mesin dan Chasis Metromini dan kopaja tidak dibuat untuk kendaraan sebesar itu jadi chasis dipaksakan untuk kendaraan sebesar itu sedangkan dari pabrik tidak rirancang untuk tugas seberat itu. Berbahayakah? YA …. karena hal itu diluar peruntukannya. Kenapa mobil Ceria bentuknya kecil ? … karena chasisnya kecil. Kenapa APV bentuknya besar ? ….. Ya karena chasisnya besar. Artinya bentuk harus sesuai dengan chasis dan sebaliknya. Belum lagi masalah asap yang sangat menggangu.
Bagaimana dengan Mikrolet dan KAB? Sama saja … Hanya yang berbeda bila Metromini dan Kopaja terjadi penyimpangan chasis terhadap besar body, miktrolet dan KAB terjadi penyimpangan pada beban. Pernahkan anda memperhatikan berapa jumlah maksimal penumpang di dua kendaraan itu? Dua belas orang ….. berapa jumlah total berat yang harus dibawa (bila penumpang total baik) ? Bila satu orang dewasa mempunyai berat badan 60 sampai dengan 75 kg dan jumlah total 12 orang maka total yang harus dibawa adalah sekitar 720 sampai dengan 900 kg (itupun bila penumpangnya berbadan standar atau kecil). Sekarang berapakah jumlah beban yang sebaiknya mobil itu bawa ? Silahkan anda baca di tanda KIR di badan mobil itu ….. untuk beberapa kendaraan hal itu tidaklah layak.
Bagaimana dengan Kereta Api …….. Wiiiiiiiiiii ….. Ga usah dibahas kali yah ……. Saya jadi malu sebagai warga Jakarta dan penduduk Indonesia buila saya tulis sambil mengingat beberapa teori tentang hak konsumen. Lagi pula Iwan Fals pernah bilang dalam salah satu lagunya …… ”Biasanya kereta terlambat … dua jam mungkin biasa.” …. Padalah itu lagu jadul tetapi PT KAI tetap tuli akan fenomena itu.
Sekarang Transjakarta (Busway)
Have You Ever ……
Pernah naik Busway ? ……. Saya pernah.
Untuk beberapa waktu tertentu naik Busway enak dan nyaman selain lancar juga aman. Ada jalur khusus, AC dan Satpam. Tetapi itu untuk sewaktu-waktu saja diwaktu yang penting seperti pagi dan sore naik Busway seperti naik angkot atau Metromini. Ga ada bedanya, bahkan ga sebanding dengan biaya yang harus di keluarkan dan sebenarnya dengan adanya jalur Busway, membuat ruas jalan sempit jadi pergerakan warga terganggu.
Busway memperparah kemacetan di Jakarta ? Ya …. Menurut saya, Ya. Karena jumlah kendaraan meningkat tetapi jalan bukan di tambah tetapi di sempitkan lagi oleh jalur Busway. Kalau mau pakai jalur khusus dan perlakukan khusus dengan tujuan khusus pula (meminimalisasi kemacetan dan pemakaian kendaraan umum) maka sebaiknya jumlah armada diperbanyak sehinga kenyamanan lebih baik dan citra angkutan umum meningkat.
Nah …… Sekarang …….
Have You Ever ……
Pernahkan anda memperhatikan tarif transportasi umum ?
Sewaktu BBM naik, Transportasi Umum dan Organda DKI ngotot menaikkan tarif bahkan dilapangan sering terjadi ribut mulutantara penumpang dan supir atau kernet tetapi sekarang seteleh BB, diturunkan oleh pemerintah Transortasi Umum dan Organda ngotot tidak menurunkan tarif ….. adilkah ?
Apakah ini wajar? Jelas tidak …. Merugikan konsumen? Jelas Ya.
Ok …. bapak/ibu, om/tante dan kakak sekalian
Have You Ever ……
Pernahkan anda bertanaya pada diri anda ….. apakah warga Jakarta rela membayar lebih untuk andkutan umum yang lebih baik ? Jawabnya ya …… Kenapa demikian ? Apa buktinya? Buktinya sekarang ada taxi yang memakai mobil Mercedez Benz dan Toyota Alpard, mobil mewah yang harganya tidak murah. Karena Mewah harga yang harus dibayar juga lebih mahal. Kok berani yah pakai mobil mahal unutk taxi ? Jawabnya karena perusahaan tahu bahwa ada konsumen yang berani bayar mahal.
Inti semua ini apa sihh ? Kok panjang amat nulisnya.
1. Kemacetan bisa dihindari dengan menarik kendaraan pribadi ke garasi dan warga naik kendaraan umum.
2. Minat itu bisa disuburkan dengan banyaknya kendaraan umum yang baik seperti nyaman, aman dan tertib.
3. Pemerintah perlu ikut campur dalam menstandarisasi spesifikasi teknis jenis kendaraan umum.
4. Warga Jakarta berani bayar mahal untuk kenyamanan selama itu masuk akal dan adil.
Buat bang supir dan kernet …… Piss (maaf niru cara Slank).